Pages

Sunday, 18 December 2011

MENGGUGAT TANAH PERJANJIAN TUHAN( bag 1 )

Penulis: Choiyin
Suatu tafsiran eksklusif atas tradisi biblical menyebabkan banyak kaum Kristen memandang berdirinya Jewis nasional home pada tahun 1948 sebagai refleksi dari peristiwa – peristiwa yang dilukiskan dalam bible.bangsa Israel pada abad dua puluh menjadi insane- insan Israel biblical,bangsa Palestina menjadi kaum Filistin,dan seterusnya dalam suatu rangkaian kekeliruan tafsir sejarah yang berbahaya,walaupun kerap tak disadari,hingga penangkapan akan makna “ janji Allah”menjadi kabur.

Dalam jawa pos 20 April 1990,N.Daldjaoeni dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga menulis:”.tujuan gerakan zionoisme sejak awal adalah pulang kandangnya bangsa Yahudi setelah 19 abad diaspora ( cerai berai) terkena kutukan Allah akibat menyalibkan sang Kristus.semestinya mereka puas karena berhasil mendirikan Yewish nasioal Home di bumi Kanaan tanah suci yang dijanjikan” .
Apa yang terjadi dalam alam fikiran dunia masehi dewasa ini,merupakan hasil pemikiran yang sudah diprogramkan oleh berbagai organ zionisme internasional sejak berpuluh tahun yang lalu,hasilnya,sebagian besar tokoh dan cendikiawan Kristen sekarang ini beranggapan bahwa bangsa Yahudi memiliki hak absolute untuk kembali ke Palestina,setelah mereka terusir dari bumi Kanaan.anggapan semacam ini lahir karena ketidak pahaman mereka atas mitologi Zionisme politik yang telah melakukan penghianatan dan pemutarbalikan terhadap keyakinan spiritual Yudaisme.  



Dalam propaganda Zionisme Israel,gagasan yang menyangkut hak – hak historis menjadi penghubung yang tak habis – habisnya dengan tanah yang dijanjikan,yang oleh mereka dipandang sebagai suatu kebenaran ilahi,yang sesungguhnya telah dianugrahkan pada bangsa Israel untuk memiliki dan mendominasi Palestina.dengan gayanya yang khas Golda Meir menuntaskan masalah ini dengan mengatakan :” negara ini lahir dan tegak diatas janji tuhan,adalah sangat menggelikan jika masih ada orang yang menanyakan dasar legitimasinya”.

Benarkah Palestina merupakan tanah yang dijanjikan tuhan kepada bangsa Israel,baik berdasar historis maupun bible?pertanyaan seperti itu perlu kita ajukan ,karena baik bible maupun Talmud secara menyeluruh menolak anggapan tanah perjanjian,apalagi jika melihat adanya praktek – praktek kebrutalan yang diperagakan bangsa Israel( yang bersumber dari doktrin Zionisme politik)dewasa ini jauh berbeda dengan karakteristik Zionisme religious yang sebenarnya.dalam artikel ini saya akan mencoa mengungkap mitos” ideologis” dan “ historis”zionisme politik.
Mitos ideologis

Zionisme politis yang dirumuskan oleh Theodor Herzl lewat bukunya Der Judestaat,dalam pengamatan Roger Garaudy,merupakan pemutar balikan dan penghianatan terhadap zionisme religious serta misi spiritual Yudaisme yang sesungguhnya .memang ada perbedaan yang cukup menyolok antara titik pandang Zionisme religious dan Zionisme politis.zionisme religious yang juga sering disebut mistik Yahudi,karena dikaitkan dengan harapan tentang kehadiran mesianik pada keyakinan Yudaisme ,yaitu datangnya messiah dari kerajaan tuhan di akhir jaman,untuk mengumpulkan ( menyatukan ) seluruh keluarga di bumi( kejadian 12:3),yang menyempurnakan seluruh umat manusia ,dan segenap bangsa akan mendapat rahmat( bandingkan dengan QS.21:107),karena menurut perintahku( kejadian 22:18).

Kerajaan tuhan itu berpusat ditempat berlangsungnya kisah – kisah Ibrahim dan Musa.akan tetapi keyakinan Yudaime itu selalu ditentang,terutama pada awal abad XIX oleh rabbi integralis ( dalam arti ultra keras) yang bersandar pada talmudisme yang beku.kelompok integralis inilah yang kemudian bekerja sama dengan pihak Zionuisme politik menyusun fictitious teologis untuk meyakinkan dunia bahwa bangsa yahudi memegang legitimasi dari tuhan untuk menganeksasi tanah Palestina.
  (bersambung ke bag 2)

1 comment:

  1. lalu.. dimana sebenarnya letak tepatnya tanah perjanjian tersebut?!?! menurut al quran sendiri gmn?!?! adakah ayat yang menjelaskan tentang hal tersebut?!?!?

    terimakasih

    ReplyDelete