Pages

Sunday, 1 January 2012

Tanda Tanya ( ? ) FILM ( ISLAMI ) YANG TIDAK ISLAMI



 Film ( ?) karya Sutradara Hanung Bramantyo  memang sejak awal sudah diduga akan menimbulkan kontroversi. Sang sutradara, Hanung Bramantyo, sadar betul akan hal itu.
Hanung sebelumnya sudah beberapa kali menggarap film bertema agama. Setelah `Ayat-ayat Cinta' yang sukses besar, film Hanung lain adalah `Perempuan Berkalung Surban' yang juga dikecam sejumlah kaum muslim karena ia dianggap lancang menggambarkan sisi gelap kehidupan pesantren. Tahun lalu, ia melahirkan `Sang Pencerah' yang menghadirkan sosok KH Ahmad Dahlan yang berperang melawan kepicikan beragama di masanya.

Dalam filmnya ke 14 ini, Hanung menyertakan sejumlah artis Muslim dan Kristen: Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan bahkan penyanyi Glenn Fredly. Penulis naskahnya adalah seorang pemeluk Kristen: Titien Wattimena.

dalam filmnya ini hanung membawa pesan Pluralisme dengan cara pandang yang sangat picik hal ini memang wajar sang sutradara ( hanung ) adalah orang yang labil dan sangat lemah pemahaman agamanya,dia menyuguhkan sebuah realitas keberagamaan dan toleransi dari sisi yang dia yakini tanpa ada upaya untuk mencari tahu lebih jauh dari sisi kebenaran islam.
Beberapa kejanggalan dalam film ( ? ) yang bisa dikritisi diantaranya:


-          Murtad disebabkan karena poligami ? Sebuah kisah seorang wanita muslimah yang memutuskan bercerai dengan suaminya dan murtad  lantaran suaminya yang taat beragama ternyata berpoligami.  Suatu pendekatan  yang sangat tidak logis karena  sebuah alasan  seorang muslimah rela untuk berpindah keyakinan menjadi seorang Katolik. Hanung mencoba memaksakan kisah ini yang mustinya secara logis si muslimah menjadi seorang yang tidak suka pada lak-laki  tidak dengan murtad. Dengan menjadikan seorang muslimah tiba-tiba berubah keimanan menjadi seorang katolik agak terlalu jauh dari logika.
-         
-          Muslim rela memerankan sebagai Yesus Hanya karena kegagalan ingin menjadi bintang ternama dengan peran utama rela menggadaikan akidahnya ? Seorang muslim yang akhirnya rela menentang hati nuraninya dan keimanannya dengan mengambil sebuah  tawaran untuk berperan sebagai Yesus Kristus dalam sebuah drama paskah sebuah gereja Katolik.  Dan yang lebih menyakitkan lagi ketika dia mencoba menanyakan kepada seorang ustads dan memperoleh jawaban yang  sungguh sangat disayangkan, Meski akhirnya menyesal dengan  Penyesalan yang sang tokoh digambarkan berkali kali melafazkan surah Al Ikhlas bismillâh ir-rahmân ir-rahîm Qul huwa Allâhu ahad Allâh s-samad Lam yalid wa lam yûlad wa lam yakul-la-hû kufu-wan ahad
-         
-          Muslimah berjilbab berkerja di tempat  tidak halal ?. Dikisahkan dalam  himpitan ekonomi seorang muslimah rela bekerja pada sebuah rumah makan yang menyediakan menu tak halal (daging babi). Meski penggunaan seluruh perangkat masak antara yang halal dan tidak halal dipisahkan secara jelas, tetap merupakan sebuah pilihan yang riskan bagi seorang muslimah (apalagi berjilbab).disini hanung memaksakan situasi bagi seorang muslim yang taat berada dalam pilihan yang sempit,padahal dalam realitasnya hal ini sulit di jumpai.
Kesimpulannya adalah film ini sarat dengan ide liberalism dan pluralism sehingga sangat tidak layak tonton bagi mereka yang ingin mencari kebenaran agama.


2 comments:

  1. Saya setuju dengan anda.
    Contoh,untuk tokoh muslimah yg bekerja ditempat tidak halal. Seharusnya dia justru menanamkan nilai berdikari difilm ini,sebuah keyakinan bahwa rezeki itu Allah SWT yg mengatur sehingga ia nekat untuk berhenti dari pekekerjaannya dan merintis usaha sendiri. Bukankah ini bisa jadi motivasi buat penonton muslim yg saat ini banyak mengalami hal serupa. Begitu dia tau kenyataan buruk di pekerjaan dia, dia kemudian berpikir, atau misalnya bertanya dengan ulama, lalu ulama mengingatkan, kemudian dia tersadar dan nekat berhenti. Bukannya meratapi nasib dan menjadikan toleransi beragama sebagai alasan

    ReplyDelete
  2. Saya setuju dengan anda.
    Contoh,untuk tokoh muslimah yg bekerja ditempat tidak halal. Seharusnya dia justru menanamkan nilai berdikari difilm ini,sebuah keyakinan bahwa rezeki itu Allah SWT yg mengatur sehingga ia nekat untuk berhenti dari pekekerjaannya dan merintis usaha sendiri. Bukankah ini bisa jadi motivasi buat penonton muslim yg saat ini banyak mengalami hal serupa. Begitu dia tau kenyataan buruk di pekerjaan dia, dia kemudian berpikir, atau misalnya bertanya dengan ulama, lalu ulama mengingatkan, kemudian dia tersadar dan nekat berhenti. Bukannya meratapi nasib dan menjadikan toleransi beragama sebagai alasan

    ReplyDelete